やっほー!
Akhirnya ada kerjaan lagi nih (^o^). Gomen berantakan
Douzo~~
Massu
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Pada dasarnya aku tidak begitu pintar mengucapkan "selamat tinggal". Sama dengan orang-orang dan hal-hal lain. Misalnya aku tidak pernah bisa membuang sesuatu yang harus kubuang... Itu sebabnya aku tidak memiliki episode "selamat tinggal"! *uhaha*. Pada akhir drama "Resident" aku mengatakan "Terima kasih banyak atas kerjasamanya, teman-teman!" dan aku bergerak. Lebih dari kesedihan, aku merasakan perasaan puas: "Aku sudah menyelesaikan tugas lain". Itu adalah selamat tinggal yang ceria. Selamat tinggal pertama dalam hidupku adalah terlibat dalam akhir "Kinpachi Sensei". Aku benar-benar sedih tidak bekerja disana lagi. Kenangan itu masih begitu kuat. Aku tidak mau itu berakhir dan aku menangis pada hari sebelum kebisingan (dari bahasa inggrisnya sih 'clunk up' itu suara bising. Mungkin maksudnya syuting ._.v CMIIW) dan.... Aku berumur 15 ketika itu, masih kecil. Aku merasa tidak puas, aku sering sedih. Sebuah selamat tinggal itu bisa membawa perasaan yang berbeda.
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Ini tidak persis seperti apa yang kamu inginkan (lol) tapi sekarang ini aku sedang mencari waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal pada T-shirts! *hah?*. Bukankah itu sulit untuk membuangnya? Mereka (t-shirt) udah usang dan berlubang seperti kaos kaki(?), Aku benar-benar benci itu...T-shirts itu halus, pudar, robek, tapi itu bisa terlihat fashionable juga*apa-apaan~ -_-*. Sekarang mereka T-shirts yang dimasa lalu hanya terlihat tua dan hancur. Secara khusus, aku tidak pernah bisa membuang sesuatu yang paling kusuka... Jadi, lemariku benar-benar penuh dengan T-shirts (lol) *nak, itu kaos yang nggak kepake kasih mama aja buat ngepel lantai boleh? XD* *dibunuh*
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Kenapa harus aku? Aku tidak mau! Jika dia benar-benar harus pegi, aku akan pergi juga! *eaaa* Pokoknya, jika ada situasi yang benar-benar seperti itu... idealnya akan menjadi sebuah adegan selamat tinggal di stasiun. Sebuah stasiun besar di pusat kota, seperti stasiun Tokyo. Gadis itu harus pergi menjauh ke suatu tempat. Kami akan bertemu di lantai dua... Itulah bayangan yang aku punya di pikiran. Ah tunggu, mungkin sebuah bandara akan lebih baik. Sebuah selamat tinggal di lantai dua dari sebuah bandara, sebelum check-in. Akan ada banyak orang di sekitar itu pertamanya, tapi kemudian kami akan hampir sendirian. Pokoknya itu akan menjadi seperti kami benar-benar sendirian, dalam dunia kami sendiri. Kami berjabat tangan dan aku terenyum sampai aku tidak bisa melihatnya lagi. Kemudian, aku akhirnya bisa menangis seorang diri (lol) *nak Massu kenapa akhir-akhir ini dramatis banget ya XDD*
Koyama
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Sebuah selamat tinggal... tidak ada! *HEH?*. Hidupku kekurangan selamat tinggal. Aku selalu berkata "Sampai bertemu lagi!" atau "Aku akan datang lagi!". Pada dasarnya aku dengan mudah merasa sendirian jadi aku tidak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal. Pokoknya, aku memerlukan jawaban pertanyaan ini! Benar... hari ini aku adalah orang pertama yang tiba di studio tapi karena aku tidak punya cerita selamat tinggal, itu akan memakan banyak waktu, member yang lain akan selesai pertama dan katakan padaku "selamat tinggal" sementara aku masih disini...ehhh, bukankah ini menyedihkan?! *bahahaha XD*
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Aku punya sebuah grup yang terdiri dari 7 teman. Yang satu adalah dokter, yang lain adalah editor... kami adalah grup orang-orang dengan pekerjaan yang berbeda, kami hanya bisa bertemu sekali setiap dua minggu. Aku adalah salah satu yang lebih muda disana tapi untuk beberapa alasan, semua orang memanggilku "Senpai" *wiw*. Beberapa waktu lalu kami sedang makan nabe bersama-sama, setelah kami muncul di "Music Station", semua menontonnya. Mereka memujiku dan berkata "Senpai, kamu keren!" *iya dong. Keiichan gitu*. Aku senang dan sangat bersemangat: "Benarkah? Kenapa?" Mereka membalas "Dance-nya benar-benar keren!" dan "Ekspresimu mengagumkan~", mereka sedikit mem-bully-ku tapi itu menyenangkan~ Setelah makan malam kami pegi ke tempat lain untuk mengobrol dan bernyanyi bersmaa. Terlebih lagi, kami melakukan cosplay *kamu cosu apaan, dear?*. Kami berkata"Pergi ke toilet" dan kembali berpakaian sebagai maid (=w=) *tidak~~*. Aku memakai baju putih dan berubah menjadi dokter *dokter ganteng~~*. Aku bahkan memakai kuping kelinci *norak ih*. Kami semua laki-laki jadi kami benar-benar bodoh♪ *KEIICHAN BAKA~~!*. Ketika aku begitu senang, aku tidak ingin pulang. Aku tidak pernah berkata "bye bye" awalnya. Aku tetap disana sampai saat terakhir. Aku tidak pernah ingin mereka pergi... mereka tahu aku menyukai ini jadi mereka berkata bahwa ketika kami pergi bersama-sama, mereka sudah tahu kami akan pulang sangat larut. Aku benar-benar tidak akan menahan mereka sekalipun, mereka harus bekerja pada hari berikutnya. Tapi wajahku dengan jelas berkata "Aku tidak mau kalian pergi~~"! *XDD*
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Yah, aku akan mengundangnya pada kencan persis seperti yang pertama? Kami akan mengunjungi lagi tempat kenangan kami bersama-sama... Itu pasti akan benar-benar menyedihkan! Mengingat waktu yang indah bersama-sama... Ah, aku tidak akan bisa mengucapkan selamat tinggal lebih dahulu. Aku akan tahu itu adalah sesuatu yang diperlukan untuk menghapus hal-hal dan meyakinkan masa depan kami untuknya tapi... yah, aku lebih baik mengatakan padanya "terima kasih". Aku ingin membagi perasaan yang entah bagaimana kami akan bisa untuk bertemu lagi. Benar! Aku akan berkata "Sayonara ni sayonara". Ketika dia bertanya "Apa?" Aku akan membalas "Dengarkan lagu baru Tegomass! Lakukan itu, maka kamu akan mengerti perasaanku" *promosi nih ye*. Tapi lagu itu bukan tentang sepasang kekasih... Aku memang tidak pintar mengucapkan selamat tinggal (lol).
Shige
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Aku sering kehilangan kacamataku. Aku mengucapkan selamat tinggal pada dua pasang favoritku berturut-turut baru-baru ini, aku sangat sedih *pukpuk*. Ah~ Aku sangat kecewa... khususnya untuk yang sepasang itu, itu adalah kacamata khusus untuk salah satu film favoritku, mereka sangat berarti untukku. Mereka sederhana dan hitam tapi sangat populer, aku pergi untuk membeli sepasang yang baru tapi habis terjual. Sedih sekali. Aku mencoba untuk mengingat dimana terakhir aku menaruhnya, aku pikir aku menaruhnya di kantong. Aku punya jaket ini, ini memiliki desain kantong yang modis dan karena itu (kantong) aku kehilangan banyak benda~ *wah, kantongnya bawa sial tuh, Ge*. Seperti earphone dan kacamata. Kemudian, aku sering lupa dimana aku menaruh benda... Aku benar-benar ingin mengucapkan selamat tinggal pada sisi dari karakterku ini! Aku memutuskan bahwa dari sekarang, ketika aku keluar, aku akan mempercayakan benda berhargaku pada temanku! Tapi mungkin aku akan melupakan pada siapa aku memberinya *gedubrak*.
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Aku akan berkata "TV". Ketika aku pulang, aku menonton TV sepanjang waktu. Khususnya acara komedi! Variety show itu menarik dan mereka berguna untuk pekerjaanku... tapi tidak baik juga menonton terlalu lama! Aku pikir "Aku bisa pergi jogging sejenak" atau "Hari ini aku ingin pergi menonton film" tapi pada akhirnya aku tetap di rumah dan menonton TV sampai larut malam...(tersenyum pahit). Pada dasarnya, TV-ku selalu menyala. Aku tidak suka itu, ketika aku sedang menulis "Pink&Gray" aku "menyegel" TV dengan menaruh sepotong kain disana *ya ampun sampe segitunya*. Menulis "Senkou Scramble" aku mencoba untuk tidak melihat kearah TV... tapi aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya! Maksudku, aku ingin mengecek acara dengan member juga. Dari sekarang, aku akan mencoba untuk mengendalikan diriku sedikit.
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Sebuah situasi dimana kamu harus berpisah bahkan jika kalian berdua tidak mau? Dalam hal itu aku akan mengatakan padanya "Aku tidak akan melupakanmu bahkan jika kita jauh" *cieee*. Yah, tentu saja aku bercanda (=_=). Mengatakan sesuatu seperti kami hanya akan menyeret perasaan ini dengan sia-sia. Aku lebih memilih untuk putus karena dia tidak mencintaiku lagi... Kamu harus mengucapkan selamat tinggal dengan jelas "Aku tidak berpikir kita akan bertemu lagi. Jadi, lupakan aku" *Shige hidoi!* karena jika tidak, kalian berdua tidak akan bisa move on. Ada juga kemungkinan untuk putus dan menjadi teman tapi itu bukan selamat tinggal yang tepat. Jika alasannya adalah, misalnya, bahwa dia harus pergi ke luar negerti untuk belajar, aku akan mengucapkan selamat tinggal sambil tersenyum dan mengatakan padanya untuk berjuang keras. Menyayangi masa lalu atau masa depan? Idealku adalah tetap selamat tinggal di dalam dirimu dan berkata "Sampai bertemu!" sambil tersenyum. Kenyataanya, aku akan mengatakan sesuatu seperti "Terimakasih untuk segalanya"... Pada akhirnya, aku akan menarik selamat tinggal.
Tegoshi
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Sekitar dua minggu yang lalu, seseorang meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kami sudah bersama-sama begitu lama, itu sangat berarti... Aku sedang berbicara tentang anting ruby-ku *ah elah, saya kira siapa*. Ini sering terjadi. Aku tidur dengan anting-anting dan aku menghilangkannya. Dalam setahun, aku kehilangan 4~5 dari mereka. Sama seperti anting-antingku, aku biasanya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Aku tidak suka berkata "Aku pergi" ketika aku dengan teman-temanku dan semua orang bersenang-senang. Itu sebabnya aku hanya menyelinap keluar ♪ Aku pergi dan berkata "Aku pergi ke swalayan!" dan aku malah pulang. Ketika yang lain memperhatikan bahwa aku tidak ada disana, dan aku sudah pulang. Tapi aku berkata selamat tinggal pada mereka dihatiku *bahaha*.
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Pada dasarnya aku tidak pandai membuang sesuatu jauh-jauh, jadi lebih baik aku menumpuknya. Aku punya banyak benda yang tidak kugunakan lagi. Khususnya seragam sepakbola, mereka diperbarui di setiap musim jadi setiap waktu aku membeli yang baru satu. Liga, permium liga, series A, bundesliga... Aku punya banyak seragam Jepang dan asing di lemariku. Aku memberikan satu yang lama pada temanku supaya tidak menghabiskan uang. Benda lain yang tidak bisa kubuang jauh adalah kacamata, aku selalu membelinya di bandara ketika aku bepergian ke luar negeri. Aku sering bepergian jadi mereka bertambah semakin banyak. Terlebih lagi mereka terlalu mencolok bagi Jepang, jadi aku tidak bisa menggunakannya. Aku harus berhenti membelinya...
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Bisakah kita berpura-pura aku sedang berbicara tentang pacar? Dan bahwa aku mengucapkan selamat tinggal karena aku tidak mencintainya lagi? *LMAO*. Aku ingin putus dimana kami tetap menjadi teman. Itu sebabnya aku akan merasa perlu dengan jelas tentang perasaanku: "Maaf, perasaanku tidak lagi sebagai pacar. Jika kita tetap berpacaran, kamu hanya akan terluka jadi, ayo kita putus".Sebelum itu, aku akan pastikan untuk membuatnya menyadari bahwa perasaanku sudah berubah, jadi dia akan mengharapkannya. Aku tidak akan bertemu dengannya, tidak akan menjawab pesannya... Aku tidak mengerti orang-orang tetap menjaga jarak untuk menghapus semuanya. Aku mengerti bahwa kamu bisa mengerti pentingnya seseorang yang jauh darinya. Bagiku, sekali perasaan itu menjadi dingin, mereka tidak bisa kembali bagaimana mereka sebelumnya sekalipun. Aku seperti itu, aku tidak suka menyeret sesuatu. Gadis akan berpikir aku mengerikan, kan? Tapi dengar! Aku masih ingin menjadi teman karena bahkan jika perasaanku berubah, aku masih menginginkannya sebagai seseorang! Kami akan menjadi teman biasa sedikit demi sedikit dan suatu hari kami akan bisa tertawa dan berbicara tentang cinta lagi. Itulah idealku
credit: spilledmilk25.livejournal.com
translate by: Koyama Rizuki (^w^)
Akhirnya ada kerjaan lagi nih (^o^). Gomen berantakan
Douzo~~
Massu
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Pada dasarnya aku tidak begitu pintar mengucapkan "selamat tinggal". Sama dengan orang-orang dan hal-hal lain. Misalnya aku tidak pernah bisa membuang sesuatu yang harus kubuang... Itu sebabnya aku tidak memiliki episode "selamat tinggal"! *uhaha*. Pada akhir drama "Resident" aku mengatakan "Terima kasih banyak atas kerjasamanya, teman-teman!" dan aku bergerak. Lebih dari kesedihan, aku merasakan perasaan puas: "Aku sudah menyelesaikan tugas lain". Itu adalah selamat tinggal yang ceria. Selamat tinggal pertama dalam hidupku adalah terlibat dalam akhir "Kinpachi Sensei". Aku benar-benar sedih tidak bekerja disana lagi. Kenangan itu masih begitu kuat. Aku tidak mau itu berakhir dan aku menangis pada hari sebelum kebisingan (dari bahasa inggrisnya sih 'clunk up' itu suara bising. Mungkin maksudnya syuting ._.v CMIIW) dan.... Aku berumur 15 ketika itu, masih kecil. Aku merasa tidak puas, aku sering sedih. Sebuah selamat tinggal itu bisa membawa perasaan yang berbeda.
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Ini tidak persis seperti apa yang kamu inginkan (lol) tapi sekarang ini aku sedang mencari waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal pada T-shirts! *hah?*. Bukankah itu sulit untuk membuangnya? Mereka (t-shirt) udah usang dan berlubang seperti kaos kaki(?), Aku benar-benar benci itu...T-shirts itu halus, pudar, robek, tapi itu bisa terlihat fashionable juga*apa-apaan~ -_-*. Sekarang mereka T-shirts yang dimasa lalu hanya terlihat tua dan hancur. Secara khusus, aku tidak pernah bisa membuang sesuatu yang paling kusuka... Jadi, lemariku benar-benar penuh dengan T-shirts (lol) *nak, itu kaos yang nggak kepake kasih mama aja buat ngepel lantai boleh? XD* *dibunuh*
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Kenapa harus aku? Aku tidak mau! Jika dia benar-benar harus pegi, aku akan pergi juga! *eaaa* Pokoknya, jika ada situasi yang benar-benar seperti itu... idealnya akan menjadi sebuah adegan selamat tinggal di stasiun. Sebuah stasiun besar di pusat kota, seperti stasiun Tokyo. Gadis itu harus pergi menjauh ke suatu tempat. Kami akan bertemu di lantai dua... Itulah bayangan yang aku punya di pikiran. Ah tunggu, mungkin sebuah bandara akan lebih baik. Sebuah selamat tinggal di lantai dua dari sebuah bandara, sebelum check-in. Akan ada banyak orang di sekitar itu pertamanya, tapi kemudian kami akan hampir sendirian. Pokoknya itu akan menjadi seperti kami benar-benar sendirian, dalam dunia kami sendiri. Kami berjabat tangan dan aku terenyum sampai aku tidak bisa melihatnya lagi. Kemudian, aku akhirnya bisa menangis seorang diri (lol) *nak Massu kenapa akhir-akhir ini dramatis banget ya XDD*
Koyama
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Sebuah selamat tinggal... tidak ada! *HEH?*. Hidupku kekurangan selamat tinggal. Aku selalu berkata "Sampai bertemu lagi!" atau "Aku akan datang lagi!". Pada dasarnya aku dengan mudah merasa sendirian jadi aku tidak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal. Pokoknya, aku memerlukan jawaban pertanyaan ini! Benar... hari ini aku adalah orang pertama yang tiba di studio tapi karena aku tidak punya cerita selamat tinggal, itu akan memakan banyak waktu, member yang lain akan selesai pertama dan katakan padaku "selamat tinggal" sementara aku masih disini...ehhh, bukankah ini menyedihkan?! *bahahaha XD*
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Aku punya sebuah grup yang terdiri dari 7 teman. Yang satu adalah dokter, yang lain adalah editor... kami adalah grup orang-orang dengan pekerjaan yang berbeda, kami hanya bisa bertemu sekali setiap dua minggu. Aku adalah salah satu yang lebih muda disana tapi untuk beberapa alasan, semua orang memanggilku "Senpai" *wiw*. Beberapa waktu lalu kami sedang makan nabe bersama-sama, setelah kami muncul di "Music Station", semua menontonnya. Mereka memujiku dan berkata "Senpai, kamu keren!" *iya dong. Keiichan gitu*. Aku senang dan sangat bersemangat: "Benarkah? Kenapa?" Mereka membalas "Dance-nya benar-benar keren!" dan "Ekspresimu mengagumkan~", mereka sedikit mem-bully-ku tapi itu menyenangkan~ Setelah makan malam kami pegi ke tempat lain untuk mengobrol dan bernyanyi bersmaa. Terlebih lagi, kami melakukan cosplay *kamu cosu apaan, dear?*. Kami berkata"Pergi ke toilet" dan kembali berpakaian sebagai maid (=w=) *tidak~~*. Aku memakai baju putih dan berubah menjadi dokter *dokter ganteng~~*. Aku bahkan memakai kuping kelinci *norak ih*. Kami semua laki-laki jadi kami benar-benar bodoh♪ *KEIICHAN BAKA~~!*. Ketika aku begitu senang, aku tidak ingin pulang. Aku tidak pernah berkata "bye bye" awalnya. Aku tetap disana sampai saat terakhir. Aku tidak pernah ingin mereka pergi... mereka tahu aku menyukai ini jadi mereka berkata bahwa ketika kami pergi bersama-sama, mereka sudah tahu kami akan pulang sangat larut. Aku benar-benar tidak akan menahan mereka sekalipun, mereka harus bekerja pada hari berikutnya. Tapi wajahku dengan jelas berkata "Aku tidak mau kalian pergi~~"! *XDD*
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Yah, aku akan mengundangnya pada kencan persis seperti yang pertama? Kami akan mengunjungi lagi tempat kenangan kami bersama-sama... Itu pasti akan benar-benar menyedihkan! Mengingat waktu yang indah bersama-sama... Ah, aku tidak akan bisa mengucapkan selamat tinggal lebih dahulu. Aku akan tahu itu adalah sesuatu yang diperlukan untuk menghapus hal-hal dan meyakinkan masa depan kami untuknya tapi... yah, aku lebih baik mengatakan padanya "terima kasih". Aku ingin membagi perasaan yang entah bagaimana kami akan bisa untuk bertemu lagi. Benar! Aku akan berkata "Sayonara ni sayonara". Ketika dia bertanya "Apa?" Aku akan membalas "Dengarkan lagu baru Tegomass! Lakukan itu, maka kamu akan mengerti perasaanku" *promosi nih ye*. Tapi lagu itu bukan tentang sepasang kekasih... Aku memang tidak pintar mengucapkan selamat tinggal (lol).
Shige
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Aku sering kehilangan kacamataku. Aku mengucapkan selamat tinggal pada dua pasang favoritku berturut-turut baru-baru ini, aku sangat sedih *pukpuk*. Ah~ Aku sangat kecewa... khususnya untuk yang sepasang itu, itu adalah kacamata khusus untuk salah satu film favoritku, mereka sangat berarti untukku. Mereka sederhana dan hitam tapi sangat populer, aku pergi untuk membeli sepasang yang baru tapi habis terjual. Sedih sekali. Aku mencoba untuk mengingat dimana terakhir aku menaruhnya, aku pikir aku menaruhnya di kantong. Aku punya jaket ini, ini memiliki desain kantong yang modis dan karena itu (kantong) aku kehilangan banyak benda~ *wah, kantongnya bawa sial tuh, Ge*. Seperti earphone dan kacamata. Kemudian, aku sering lupa dimana aku menaruh benda... Aku benar-benar ingin mengucapkan selamat tinggal pada sisi dari karakterku ini! Aku memutuskan bahwa dari sekarang, ketika aku keluar, aku akan mempercayakan benda berhargaku pada temanku! Tapi mungkin aku akan melupakan pada siapa aku memberinya *gedubrak*.
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Aku akan berkata "TV". Ketika aku pulang, aku menonton TV sepanjang waktu. Khususnya acara komedi! Variety show itu menarik dan mereka berguna untuk pekerjaanku... tapi tidak baik juga menonton terlalu lama! Aku pikir "Aku bisa pergi jogging sejenak" atau "Hari ini aku ingin pergi menonton film" tapi pada akhirnya aku tetap di rumah dan menonton TV sampai larut malam...(tersenyum pahit). Pada dasarnya, TV-ku selalu menyala. Aku tidak suka itu, ketika aku sedang menulis "Pink&Gray" aku "menyegel" TV dengan menaruh sepotong kain disana *ya ampun sampe segitunya*. Menulis "Senkou Scramble" aku mencoba untuk tidak melihat kearah TV... tapi aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya! Maksudku, aku ingin mengecek acara dengan member juga. Dari sekarang, aku akan mencoba untuk mengendalikan diriku sedikit.
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Sebuah situasi dimana kamu harus berpisah bahkan jika kalian berdua tidak mau? Dalam hal itu aku akan mengatakan padanya "Aku tidak akan melupakanmu bahkan jika kita jauh" *cieee*. Yah, tentu saja aku bercanda (=_=). Mengatakan sesuatu seperti kami hanya akan menyeret perasaan ini dengan sia-sia. Aku lebih memilih untuk putus karena dia tidak mencintaiku lagi... Kamu harus mengucapkan selamat tinggal dengan jelas "Aku tidak berpikir kita akan bertemu lagi. Jadi, lupakan aku" *Shige hidoi!* karena jika tidak, kalian berdua tidak akan bisa move on. Ada juga kemungkinan untuk putus dan menjadi teman tapi itu bukan selamat tinggal yang tepat. Jika alasannya adalah, misalnya, bahwa dia harus pergi ke luar negerti untuk belajar, aku akan mengucapkan selamat tinggal sambil tersenyum dan mengatakan padanya untuk berjuang keras. Menyayangi masa lalu atau masa depan? Idealku adalah tetap selamat tinggal di dalam dirimu dan berkata "Sampai bertemu!" sambil tersenyum. Kenyataanya, aku akan mengatakan sesuatu seperti "Terimakasih untuk segalanya"... Pada akhirnya, aku akan menarik selamat tinggal.
Tegoshi
1. Apakah ucapan "selamat tinggal" terakhirmu?
Sekitar dua minggu yang lalu, seseorang meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kami sudah bersama-sama begitu lama, itu sangat berarti... Aku sedang berbicara tentang anting ruby-ku *ah elah, saya kira siapa*. Ini sering terjadi. Aku tidur dengan anting-anting dan aku menghilangkannya. Dalam setahun, aku kehilangan 4~5 dari mereka. Sama seperti anting-antingku, aku biasanya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Aku tidak suka berkata "Aku pergi" ketika aku dengan teman-temanku dan semua orang bersenang-senang. Itu sebabnya aku hanya menyelinap keluar ♪ Aku pergi dan berkata "Aku pergi ke swalayan!" dan aku malah pulang. Ketika yang lain memperhatikan bahwa aku tidak ada disana, dan aku sudah pulang. Tapi aku berkata selamat tinggal pada mereka dihatiku *bahaha*.
2. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu ucapkan selamat tinggal tapi tidak bisa?
Pada dasarnya aku tidak pandai membuang sesuatu jauh-jauh, jadi lebih baik aku menumpuknya. Aku punya banyak benda yang tidak kugunakan lagi. Khususnya seragam sepakbola, mereka diperbarui di setiap musim jadi setiap waktu aku membeli yang baru satu. Liga, permium liga, series A, bundesliga... Aku punya banyak seragam Jepang dan asing di lemariku. Aku memberikan satu yang lama pada temanku supaya tidak menghabiskan uang. Benda lain yang tidak bisa kubuang jauh adalah kacamata, aku selalu membelinya di bandara ketika aku bepergian ke luar negeri. Aku sering bepergian jadi mereka bertambah semakin banyak. Terlebih lagi mereka terlalu mencolok bagi Jepang, jadi aku tidak bisa menggunakannya. Aku harus berhenti membelinya...
3. Apa yang harus kamu ucapkan selamat tinggal pada gadis yang kamu suka?
Bisakah kita berpura-pura aku sedang berbicara tentang pacar? Dan bahwa aku mengucapkan selamat tinggal karena aku tidak mencintainya lagi? *LMAO*. Aku ingin putus dimana kami tetap menjadi teman. Itu sebabnya aku akan merasa perlu dengan jelas tentang perasaanku: "Maaf, perasaanku tidak lagi sebagai pacar. Jika kita tetap berpacaran, kamu hanya akan terluka jadi, ayo kita putus".Sebelum itu, aku akan pastikan untuk membuatnya menyadari bahwa perasaanku sudah berubah, jadi dia akan mengharapkannya. Aku tidak akan bertemu dengannya, tidak akan menjawab pesannya... Aku tidak mengerti orang-orang tetap menjaga jarak untuk menghapus semuanya. Aku mengerti bahwa kamu bisa mengerti pentingnya seseorang yang jauh darinya. Bagiku, sekali perasaan itu menjadi dingin, mereka tidak bisa kembali bagaimana mereka sebelumnya sekalipun. Aku seperti itu, aku tidak suka menyeret sesuatu. Gadis akan berpikir aku mengerikan, kan? Tapi dengar! Aku masih ingin menjadi teman karena bahkan jika perasaanku berubah, aku masih menginginkannya sebagai seseorang! Kami akan menjadi teman biasa sedikit demi sedikit dan suatu hari kami akan bisa tertawa dan berbicara tentang cinta lagi. Itulah idealku
credit: spilledmilk25.livejournal.com
translate by: Koyama Rizuki (^w^)

Komentar
Posting Komentar
Sebelumnya, arigatou sudah berkunjung ke blog ini
Kalo ada yang mau disampaikan silakan tinggalkan komentarnya ya ^^